Sunday, November 8, 2015
==
Cobaan itu bisa menjadi penghapus dosa kalau kita bisa sabar menghadapinya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Tidak henti2-nya cobaan menimpa seorang mukmin, baik mengenai dirinya, keluarganya atau hartanya, hingga dia kelak menghadap Alloh dalam keadaan bersih dari dosa-dosa". (HR At-Tirmidzi).
Mudah2-an kita bisa menjadi orang yg pandai bersabar.
==
Agama mengajarkan agar kita selalu berprasangka baik (husnuzh-zhon) dan tidak berprasangka jelek (su-uzh-zhon). Namun misalnya menyimpan barang-barang berharga dengan rapi (Sunda: tarapti) itu namanya waspada, bukan su-uzhzhon. Atau berangkat lebih awal menuju ke bandara, misalnya karena khawatir terjadi kemacetan, itu bukan su-uzhzhon. Itu namanya antisipasi. Husnuzh-zhon jangan menghilangkan kewaspadaan dan tindakan antisipatif, karena kehati-hatian itu dari Allah sedangkan sembrono itu dari setan.
==
Kalau suatu ketika bapak menyuruh anak bapak, misalnya utk mengambilkan sesuatu, tapi pada saat yang sama si anak sedang disuruh oleh ibunya, maka bapak harus legowo mengatakan: "Nak, kerjakan dulu apa yang disuruh ibumu". Karena bagi si anak, bapak adalah prioritas ke-4, sedangkan prioritas pertama, kedua dan ketiga adalah hak ibunya.
Suami harus sadar diri.
==
Banyak orang menuntut haknya, tapi melalaikan kewajibannya. Isteri shalihah tidak hanya menuntut haknya, tapi juga tahu kewajibannya terhadap suami. Suami yang shaleh tidak akan hanya menuntut haknya, tapi juga tahu kewajibannya terhadap isteri dan keluarganya. Bukan hanya memberi sandang pangan dan papan tapi juga bimbingan, pelajaran, nasehat dan keteladanan. Karena kedudukan suami dalam rumahtangga adalah sebagai imam.
==
Menyambut puasa sunnah Muharram saya lihat ada 4 golongan orang:
Golongan pertama, yang puasa tgl. 10 saja dengan dasar: itulah yang pernah diperbuat oleh Rasulullah.. Kedua, yang puasa tgl. 9 saja dengan dasar: itulah yang telah dicita-citakan oleh Rasulullah.. Ketiga, yang puasa tgl. 9 dan 10 dengan dasar sebagaimana difatwakan oleh Ibnu Abbas (HR at-Tirmidzi).. Ke-empat dan yang terbanyak adalah yang tidak puasa tgl. 9 juga tidak puasa pada tgl 10 dengan alasan: males.. Kita jangan ikut yang males ya.. (Kalau ada udzur ya gapapa).
==
Untuk menjaga kesehatan ginjal, harus tetap banyak minum, walau tidak merasa haus. Untuk mejaga kesehatan hati (qalbu), harus tetap banyak istigfar dan minta maaf, walau tidak merasa salah.
Alloohumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika, ya Allah tolonglah hamba utk bisa selalu mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan beribadah pada-Mu dg baik.
==
Orang egois adalah orang yang tiap hari berdoa mohon ampunan Alloh tapi dia sendiri tak mau memaafkan orang lain.
Orang egois adalah orang yang tiap hari mohon pertolongan kpd Alloh tapi dia sendiri tak mau menolong orang lain. Padahal Rasulullah SAW memberi jalan dengan sabdanya: "Alloh akan menolong hamba-Nya selagi si hamba tersebut mau menolong saudaranya".
Jadilah orang yang pemaaf, jadilah orang yang suka menolong orang lain.
==
Ketika Nabi Ayyub dalam keadaan badannya sehat, harta berkecukupan, anak isteri juga sehat dan ummatnya banyak, beliau mengatakan "Alhamdu lillah alladzii a'thaa", segala puji bagi Allah yang telah memberi semua ini.
Tidak lama kemudian beliau jatuh sakit, anak-anaknya pada meninggal kerubuhan rumahnya yang diterjang angin topan, panenannya gagal, ummatnya bubar, sampai-sampai isterinya pun pergi meninggalkan beliau, namun beliau masih bisa mengatakan "Alhamdu lillah alladzii akhadza", segala puji bagi Allah yang telah mengambil semua ini.
Orang yang akan dipanggil masuk sorga paling duluan adalah orang yang selalu membaca "Alhamdu lillah" baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit. Dalam keadaan sehat maupun dalam keadaan sakit.
==
Tutur kata adalah indikator. Orang yang selalu menggunakan kata-kata dengan konotasi negatif, itu ‘kan gambaran dari isi pikirannya yang selalu negatif. Kalau orang bertutur selalu rapi dan sistematis, menunjukkan pola hidupnya juga rapi dan sistematis. Let’s be positive thinking and positive feeling.
==
Salah satu doa kita: "Alloohumma innii a'uudzu bika minal-'ajzi wal-kasal", ya Alloh lindungilah hamba dari sifat lemah dan malas. Dua sifat ini (lemah dan malas) banyak menghambat kemajuan orang, maka harus dilawan. Pekerjaan mudah pun tak akan tuntas kalau dikerjakan dengan malas. Kalau diajak olahraga, ogah; diajak sholat malam, males, arep dadi opo uripmu?
==
Ada saatnya kita harus bicara. Ada saatnya pula kita harus diam dan mendengarkan. Kita bicara agar orang lain mengerti. Kita diam dan mendengarkan agar kita paham. Jangan maunya cuma ngomoooong 'mulu tapi gak mau mendengarkan orang lain. Lha Tuhan memberi kita dua kuping dan satu mulut itu 'kan berarti kita harus banyak mendengarkan ketimbang banyak ngomong..
==
Bagi yg belum puasa Syawal, masih ada kesempatan 6 hari lagi sampai 15 Agustus 2015.
Orang yg imannya baik akan berusaha utk bisa mengamalkan yg sunnah2. Orang yg imannya kurang baik akan menyepelekan yg sunnah2 dg komentarnya: "Alah, cuma' sunnah ini...".
==
Rasulullah SAW pernah bercerita: Kelak di akhirat ada seseorang yg datang dg membawa pahala sholatnya, pahala puasanya, pahala zakatnya. Mestinya dia layak utk masuk sorga karena secara ritual ibadahnya bagus. Tapi akhlaknya tidak terpuji. Banyak orang menjadi korban kekejian kata-katanya maupun kekejian perbuatannya. Akhirnya pahala yg dia andalkan utk masuk sorga itu habis utk menyelesaikan masalah sosial yg belum beres ketika di dunia, malah dosa para korban ditimpakan kepada dia, yg akhirnya orang tsb. dilemparkan ke neraka. Itulah akibat kesalehan ritual individual yg tdk dibarengi dg kesalehan sosial. Dia menjadi orang yg pailit di akhirat. Na'udzu billah min dzalik.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment